Ibu Hamil

Hai Calon Ibu! Inilah Tips Melahirkan Normal Secara Aman & Lancar

Young cheerful couple visiting a doctor

Ibu, ikutilah tips melahirkan normal yang akan kami sajikan di bawah ini demi mendapatkan proses persalinan normal yang lancar sertra aman. Di jaman sekarang ini, rasanya persalinan dengan bantuan operasi atau sectio caesarea atau lebih terkenal dengan istilah Caesar menjadi trend yang terjadi di dunia kandungan. Banyak ibu yang wajib di Caesar karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, namun banyak pula yang hanya ingin di Caesar atas dasar tidak berani menghadapi rasa sakit persalinan normal. Nah, bila Ibu merupakan kalangan yang menginginkan dan lebih menghargai proses persalinan normal, ikuti tips melahirkan normal dan persiapan melahirkan di bawah ini agar dapat menghadapi hari besar nanti dengan lancar.

Ikuti Tips Melahirkan Normal di Bawah Ini untuk Proses Persalinan Normal yang Anda Inginkan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa proses melahirkan normal merupakan jalan yang lebih ‘berat’ yang harus ditempuh ibu hamil dibandingkan Caesar. Meski begitu, keuntungan proses melahirkan normal ternyata lebih banyak baik bagi ibu maupun bagi bayi yang dikandungnya. Meski sulit, sakit yang dirasakan Ibu yang melahirkan normal ternyata berlangsung lebih sebentar. Proses penyembuhan yang terjadi pun lebih memakan waktu lebih sedikit. Bayi pun mendapat keuntungan yang lebih berupa stimulasi tubuh dari jalan lahir ibu serta langsung dapat mendapatkan ASI eksklusif dari hari pertama kelahiran. Maka, simak tips melahirkan normal di bawah ini untuk mendapatkan proses persalinan yang normal dan lancar:

  • Mendapatkan Edukasi yang Cukup mengenai Proses Melahirkan Normal

Tips pertama dari daftar tips melahirkan normal adalah dengan mencari dan mendapatkan informasi serta edukasi yang tepat mengenai proses persalinan normal itu sendiri. Jangan ragu bertanya hal ini kepada dokter kandungan atau bidan Anda demi mempersiapkan apa saja yang perlu Anda lakukan agar dapat melakukan persalinan yang normal. Bila memungkinkan, ikuti kelas atau komunitas yang sering membahas dan memberikan informasi mengenai proses melahirkan yang normal. Mengetahui apa saja yang perlu Anda lakukan, apa yang Anda rasakan dan bagaimana persiapan yang baik akan sangat membantu Anda menghadapi melahirkan normal yang Anda inginkan.

  • Pilihlah Bidan atau Dokter Kandungan yang Tepat

Tulisan di atas tidak mengindikasikan bahwa ada bidan atau dokter kandungan yang tidak tepat. Namun, maksud kalimat di atas ialah memilih tenaga kesehatan yang mengerti mengenai keinginan Anda untuk melahirkan secara normal. Tips melahirkan normal ini sangat penting karena bila pasien dan penyedia tenaga kesehatan saling mengerti keinginan dan kebutuhan pasien, maka melahirkan normal akan mungkin tercapai. Meski tentu saja keputusan final proses persalinan yang cocok bagi Anda kembali lagi kepada kondisi kesehatan Ibu dan bayi. Komunikasikan keinginan Anda, dan tanyakan setiap informasi yang Anda perlukan kepada tenaga kesehatan Anda.

  • Usahakan agar Tidak Menaikkan Berat Badan Terlalu Ekstreme

Kenaikan berat badan yang terlampau banyak akan mempersulit persalinan normal yang Anda inginkan. Maka, menjaga agar berat badan yang naik tidak terlalu banyak merupakan tips melahirkan normal yang perlu Anda lakukan. Persalinan normal biasanya akan berjalan lebih mulus dan lebih lancar bagi mereka yang tidak memiliki berat badan yang terlalu berat. Ibu dengan berat badan seimbang akan mengurangi kemungkinan kejadian komplikasi persalinan dan membutuhkan obat-obatan dan intervensi medis yang lebih sedikit dibandingkan ibu dengan berat badan yang berlebih.

  • Latihlah Otot Anda

Melatih agar otot menjadi lebih kuat adalah tips melahirkan normal yang berikutnya. Terutama perkuatlah otot tungkai dan kaki Anda. Jadi, lakukanlah senam hamil yang dapat memperkuat otot-otot kaki Anda. Latihan yang tepat ialah squatting yang teratur pada masa kehamilan Anda. Lakukan squatting sebanyak 15 kali dalam satu set, dan lakukan 3 set per harinya. Penelitian dari Australia menyebutkan bahwa otot tungkai dan kaki yang kuat akan mempercepat proses persalinan karena akan menambah kekuatan Ibu saat proses melahirkan normal nanti.

  • Tidurlah yang Cukup

Tips melahirkan normal selanjutnya merupakan hal yang cukup mudah dan menyenangkan, yakni mengusahakan agar Anda cukup tidur minimal dalam satu bulan terakhir masa kehamilan. Ibu yang tidur dengan jumlah jam minimal 6 jam per hari dapat memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk melahirkan. Sebaliknya, ibu yang tidak cukup tidur biasanya akan membutuhkan waktu 11 jam lebih lama untuk proses melahirkan normal, bahkan menaikkan kemungkinan kejadian Caesar sebanyak 4 kali dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur yang cukup.

  • Mandi Air Hangat

Salah satu tips melahirkan normal yang cukup efektif adalah dengan mandi air hangat di saat kontraksi mulai menyerang Anda. Kontraksi adalah salah satu tanda hendak melahirkan yang menimbulkan perasaan nyeri, tidak nyaman dan tidak jarang menyebabkan Ibu jatuh ke dalam kondisi stress dan cemas. Mandilah air hangat ketika kontraksi mulai menyerang. Bila perlu, tambahkan pula aromaterapi di dalam kamar mandi Anda untuk membantu Anda berelaksasi. Relaksasi sangatlah baik untuk ibu yang hendak menjalani persalinan normal dan akan membantu kelancaran proses persalinan nanti. Perlu diingat bahwa mandi adalah hal yang aman dan boleh dilakukan oleh setiap ibu hamil.

  • Jangan Berbaring

Proses persalinan yang normal dan lancar membutuhkan kondisi kehamilan yang mendukung pula. Salah satu tips melahirkan normal yang perlu Anda lakukan adalah dengan aktif bergerak, dan jangan berbaring ketika waktu menjelang usia kehamilan yang matang sudah mendekat. Gaya gravitasi akan membuat bayi Anda semakin jatuh ke dalam rahim yang lebih bawah dan ini akan memperlancar dan mempercepat proses persalinan Anda. Jadi, berjalan-jalanlah atau melakukan aktivitas lainnya ketika usia kehamilan Anda sudah mencapai waktu yang matang.

  • Usahakan untuk Tidak Kelelahan atau Kecapaian Ketika Memasuki Usia Matang Kehamilan

Melakukan aktivitas merupakan hal yang baik untuk ibu hamil. Namun, melakukan aktivitas dalam jumlah dan intensitas yang berlebih merupakan hal yang tidak disarankan untuk Ibu hamil. Tips melahirkan normal kali ini ingin mengajak Ibu agar tidak bekerja terlalu keras, baik di kantor mau pun di rumah. Istirahatlah bila Anda merasa kecapaian, stress dan lelah. Ingatlah bahwa proses persalinan yang akan Anda hadapi nanti membutuhkan tenaga yang tidak sedikit, dan kelelahan yang berlebih dapat membuat Anda capai pada saat persalinan dan tidak jarang membuat Ibu jatuh ke dalam persalinan yang lama dan membutuhkan intervensi medis seperti penjahitan bahkan Caesar.

Apa Saja Tanda akan Melahirkan Sang Buah Hati?

Seetelah mengetahui apa saja tips melahirkan normal yang harus Ibu ketahui, kini Ibu pun sebaiknya mengetahui apa sajakah tanda akan melahirkan sang buah hati. Mengetahui tanda-tanda menuju proses persalinan merupakan pengetahuan yang wajib diketahui oleh ibu, bapak bahkan keluarga serumah agar selalu sigap mengantar Ibu ke rumah sakit atau klinik bersalin terdekat bila tanda ini muncul. Inilah tanda-tanda akan melahirkan yang sebaiknya keluarga ketahui:

  • Kontraksi yang terus menerus merupakan salah satu tanda akan melahirkan yang sangat pasti. Kontraksi yang dirasakan haruslah terjadi terus menerus, dengan interval waktu antar kontraksi yang makin memendek, namun durasi kontraksi makin memanjang. Kontraksi ini akan dirasakan sebagai suatu sensasi tidak nyaman, bahkan nyeri yang tidak hilang ketika dibawa berjalan kaki. Dan intensitas kontraksi pun akan semakin meningkat.
  • Keluarnya cairan jernih dari jalan lahir merupakan tanda akan melahirkan yang harus ibu ketahui. Bila muncul cairan yang tidak berwarna yang cukup banyak dari jalan lahir, segera konsultasikan ke dokter kandungan atu bidan Anda, meski belum terjadi kontraksi, atau meski usia kehamilan Anda masih belum memasuki usia yang matang.
  • Bloody show atau keluarnya lendir yang bercampur darah merupakan tanda akan melahirkan yang cukup pasti pula. Darah dan lendir yang keluar ini berasal dari jalan lahir, dengan jumlah yang tidak banyak. Ingatlah untuk segera ke dokter atau bidan bila keluar darah, apapun warnanya dan sebanyak apapun jumlahnya dari jalan lahir Anda.

Tidaklah sulit bukan mengikuti tips-tips melahirkan normal yang sudah dijabarkan di atas? Mulai dari relaksasi, memperkuat otot dan mengatur waktu istirahat yang tepat ternyata semuanya dapat membantu proses melahirkan Anda di hari H nanti. Jangan ragu juga untuk selalu bertanya kepada tenaga kesehatan yang berwenang sebagai tips tambahan melahirkan normal yang perlu an ingin Anda ketahui. Jangan lupa juga untuk banyak berdoa, dan selalu meminta dukungan pasangan serta keluarga dalam mempersiapkan diri di hari persalinan nanti. Selamat menempuh proses persalinan normal yang menyenangkan!

Advertisements
Ibu Hamil

6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Ibu Pasca-Melahirkan

Pascamelahirkan banyak hal yang belum diketahui tentang mengurus anak. Akhirnya, secara nggak sengaja ibu melakukan kekeliruan yang seharusnya tidak dilakukan.

Capture

Perubahan status menjadi ibu baru pascamelahirkan memang tidak mudah. Kebanyakan para ibu mengalami baby blues. Hal ini karena banyak hal yang belum diketahui para ibu baru soal mengurus anak. Sehingga secara tidak sengaja para ibu melakukan kekeliruan yang bisa merugikan ibu, si bayi yang baru lahir dan juga pasangan. Berikut 6 kekeliruan yang sering dilakukan para ibu baru.

Capture

Terpaksa Tidak Tidur

Beberapa bulan pertama saat bayi lahir, jangan kaget kalau pola tidur menjadi kacau balau karena siklus tidurnya yang belum benar. Tapi, sebenarnya hal ini bisa kita atasi kok dan di sinilah kecerdasan kita sebagai ibu baru diuji. Hal yang paling penting dilakukan adalah berkerja sama dengan suami untuk mengatur waktu tidur kalian dan si bayi. Di malam hari, bagilah tugas dengan suami kapan kamu atau dia yang bangun saat si kecil bangun. Kamu juga harus “mencuri-curi” waktu tidur di siang hari di saat biasanya bayi tertidur lelap.

“Satu bulan pertama pascamelahirkan adalah hal yang mengerikan. Saya sama sekali tidak bisa tidur nyenyak. Bahkan, untuk memejamkan mata satu jam rasanya sulit sekali. Saat malam hari bayi saya selalu bangun jadi saya pun ikut terjaga.” Katharina, ibu dari Bayu (3 bulan).

Capture

Tak Punya Waktu

Sebelum bayimu lahir, mungkin kamu berpikir masih akan memiliki banyak waktu saat bayi tidur atau asyik bermain sendiri. Tapi, kenyataannya sama sekali nggak seperti yang dibayangkan. Saran untuk para ibu baru, jangan merencanakan hal yang belum kamu ketahui situasinya akan seperti apa karena biasanya kamu jadi kecewa dan malah kebingungan. Dengan berjalannya waktu, kamu akan menemukan cara sendiri mencari waktu untuk melakukan kegiatan lain di sela-sela waktu tidur dan bermain anakmu.

“Sebelum melahirkan saya sudah membuat jadwal keseharian. Maksudnya agar saya tetap memiliki waktu untuk diri sendiri dan mengerjakan pekerjaan kantor. Tapi, ternyata semua hanya teori. Saat melahirkan saya tidak punya pengasuh dan akhirnya saya mengurus bayi seorang diri. Sungguh menyita waktu.” Julia-ibu dari Jason (6 bulan)

Capture.JPG

Membeli Semua Barang

Namanya juga anak pertama, wajar jika orangtua menginginkan membeli segala perlengkapan untuk bayinya. Tapi, jangan sampai “kekhilafan”-mu ini akan merugikan keuangan keluargamu karena banyaknya uang yang terbuang. Untuk mengetahui mana yang menjadi prioritas yang harus kamu beli untuk si bayi, jangan sungkan bertanya dengan orangtua, anggota keluarga yang sudah memiliki anak, atau teman. Tahan juga hasratmu untuk membeli banyak pakaian dan aksesori saat anakmu masih bayi karena pertumbuhannya yang cepat membuat pakaian dan aksesori itu nggak akan bisa dipakai dalam waktu lama.

“Betul sekali, semua baju dan mainan anak terlihat lucu dan menggemaskan. Saat usia kehamilan 8 bulan saya suka sekali membeli perlengkapan bayi. Bahkan, sampai usia bayi saya 9 bulan, tiap bulan selalu ada baju dan mainan baru. Hasilnya ternyata banyak baju yang tidak sempat dipakai.” Retno, ibu dari Ayumi (9 bulan)

Capture.JPG

Percaya Semua yang Didengar

Karena belum memiliki pengalaman, kamu dan suami jadi percaya segala hal yang didengar dari orang lain. Apalagi jika orang-orang tersebut kalian anggap sebagai pakar atau ahli dalam hal mengasuh anak. Padahal, nggak semua nasihat dari mereka cocok untuk diterapkan ke anakmu. Kepekaan orangtua sangat diperlukan dalam mengasuh anak, jadi nggak ada salahnya mendengarkan saran dari orang lain, tapi kamu juga harus mengikuti naluri sendiri sebagai ibu dalam menerapkannya.

“Saya dan suami sampai bingung karena terlalu banyak mendengar ini dan itu dari orang terdekat. Bahkan, kami pernah berdebat karena nasihat dari orangtua yang menurut saya tidak cocok. Ternyata, jadi orangtua baru itu harus peka dengan bayinya sendiri bukan selalu mengikuti kata orang.” Lusi, ibu dari Kenzi (5 bulan)

Capture.JPG

Terlalu Khawatir

Bayimu nggak berhenti menangis, kamu khawatir. Bayimu nggak bisa tidur, kamu khawatir. Apapun yang dilakukan bayimu yang kamu anggap nggak biasa, pasti kamu langsung khawatir. Padahal, hal ini nggak perlu terjadi. Bayi yang baru berusia beberapa bulan memang masih mengalami adaptasi yang membuat perilakunya berubah. Jika memang kamu merasa ada yang aneh dengan bayimu, bersikaplah tenang, perhatikan lebih detil gejalanya, lalu segera ke dokter untuk membuktikkan apakah kekhawatiranmu benar. Tapi, selebihnya usahakan untuk nggak terlalu cepat khawatir kalau memang melihat ada perubahan pada bayimu.

“Ya, sebagai ibu baru saya selalu khawatir. Mendengar bayi menangis langsung panik dan buru-buru menggendongnya. Padahal, bayi menangis bisa saja kerena bosan dan rasa tidak nyaman. Terlalu khawatir membuat saya tidak menikmati peran sebagai ibu baru.” Siti, ibu dari Gita Anjani (3 bulan)

Capture.JPG

Mengabaikan Pasangan

Terlalu fokus mengurus bayi baru lahir kadang membuat istri jadi mengabaikan suaminya. Dengan alasan suamimu bisa mengurus dirinya sendiri, kamu lebih memilih untuk mengurusi bayimu setiap saat. Padahal, menjaga hubungan dengan suami nggak kalah penting, lho. Kalau kamu mengabaikannya, bukan nggak mungkin suami akan cemburu pada bayi. Usahakan untuk meluangkan waktu di pagi hari saat bangun tidur atau malam hari sebelum tidur untuk saling berbincang dan berbagi cerita. Jangan lupakan juga untuk tetap melakukan hubungan intim agar kemesraan di antara kalian tetap terjaga.

“Kelahiran anak pertama kami, sempat membuat hubungan saya dan suami menjadi jauh. Saya terlalu fokus mengurus bayi dan mengabaikan suami. Saya baru menyadari setelah suami mengeluh karena tidak punya waktu untuk berbagi cerita seputar pekerjaan di kantor. Padahal, ketika itu suami saya sedang bingung karena ada mutasi.” Lina, ibu dari Khanza (6 bulan)